Siapkan alat dan bahan
Siapkan seluruh alat serta bahan organik yang akan digunakan agar proses pembuatan dapat dilakukan dengan lebih teratur.
Panduan pembuatan pupuk organik yang disusun sebagai materi edukasi Program Kerja Bidang Pertanian KKN Desa Gondang Manis. Tutorial dilengkapi video praktik agar proses pembuatan lebih mudah dipahami dan dapat dipelajari kembali oleh masyarakat.
Panduan singkat
4
Kelompok alat
7
Tahap utama
Fokus tutorial
Kompos organik padat dengan proses aerob sederhana.
Persiapan
Gunakan bahan organik yang bersih dan mudah terurai. Tidak semua bahan harus tersedia sekaligus; sesuaikan dengan kondisi rumah, kebun, atau lahan pertanian.
Peralatan
Gunakan wadah, karung, ember besar, komposter, atau tempat yang sesuai dengan proses pembuatan pupuk organik.
Pisau, gunting kebun, parang, atau alat lain untuk memperkecil ukuran bahan organik.
Gunakan sekop, kayu, atau alat pengaduk untuk membantu mencampurkan bahan secara merata.
Digunakan secukupnya untuk membantu menjaga kelembapan bahan selama proses berlangsung.
Digunakan untuk menjaga kebersihan dan keamanan saat menyiapkan serta mencampurkan bahan.
Bahan organik
Bahan Organik Kering
Digunakan sebagai bahan organik kering dan membantu menjaga struktur campuran.
Bahan Organik Basah
Gunakan bahan organik segar yang tidak tercampur plastik, minyak, atau bahan berbahaya.
Bahan Pendukung
Dapat digunakan sebagai tambahan bahan organik apabila tersedia.
Aktivator
Apabila digunakan, campurkan sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan produk.
Pendukung
Digunakan secukupnya untuk menjaga campuran tetap lembap.
Praktik
Ikuti urutannya dari pemilahan bahan sampai kompos matang. Kunci utamanya adalah bahan organik yang seimbang, kelembapan cukup, dan sirkulasi udara.
Ingat 3 hal
Siapkan seluruh alat serta bahan organik yang akan digunakan agar proses pembuatan dapat dilakukan dengan lebih teratur.
Pisahkan bahan organik yang masih dapat digunakan dari sampah anorganik dan bahan yang tidak sesuai untuk pembuatan pupuk.
Potong bahan organik yang berukuran besar menjadi bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicampurkan dan mengalami proses penguraian.
Campurkan bahan organik kering, bahan organik basah, serta bahan pendukung secara merata.
Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil mengaduk bahan sampai kondisi campuran cukup lembap.
Letakkan campuran pada wadah atau tempat yang terlindung dari hujan langsung dan tetap memiliki sirkulasi udara.
Campuran dapat dibalik atau diaduk secara berkala agar bahan tercampur merata dan proses penguraian berlangsung dengan baik.
Biarkan proses berlangsung sampai bahan mengalami perubahan warna, tekstur, dan aroma yang menunjukkan bahwa pupuk telah matang.
Pengecekan hasil
Lama proses tidak selalu sama. Kondisi bahan dan lingkungan dapat membuat proses lebih cepat atau lebih lambat. Karena itu, periksa ciri fisiknya sebelum kompos digunakan.
Warna bahan berubah menjadi cokelat tua hingga kehitaman.
Tekstur menjadi lebih remah dan bentuk bahan awal mulai sulit dikenali.
Aroma menyerupai tanah dan tidak berbau busuk menyengat.
Suhu bahan sudah mendekati suhu lingkungan.
Campuran tidak terlalu basah, berlendir, atau tergenang air.
Setelah matang
Kompos matang dapat digunakan sebagai pembenah tanah dan sumber bahan organik. Jumlah pemakaian perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, jenis tanaman, umur tanaman, dan praktik budidaya setempat.
Pupuk organik yang telah matang dapat dicampurkan dengan tanah dan bahan media lain sesuai kebutuhan tanaman.
Gunakan pupuk di sekitar area tanaman kemudian campurkan ringan dengan lapisan tanah bagian atas.
Pupuk organik dapat digunakan sebagai tambahan bahan organik tanah di sekitar tanaman dengan menyesuaikan kebutuhan tanaman.
Gunakan pupuk yang sudah matang sebagai bagian dari pengelolaan kesuburan tanah pada lahan kebun.
Dokumentasi
Tonton praktik pembuatan pupuk organik langsung di halaman ini.
Program Desa / KKN
Program pelatihan pembuatan pupuk organik sebagai alternatif pemanfaatan bahan alami dan limbah pertanian.